Minggu, 16 Juni 2013

Mau Masuk UNESA cek Kuota tahun 2013 / 2014

Tahun akademis 2013/2014, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) akan menerima 5.501 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terbuka untuk semua program studi baik jenjang sarjana (S-1) maupun diploma tiga (D-3).
Sama seperti perguruan tinggi negeri (PTN) pada umumnya, terdapat tiga jalur penerimaan mahasiswa baru di Unesa. Untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, Unesa menampung 2.410 mahasiswa baru. Kemudian, untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 daya tampung yang disediakan Unesa 1.448 kursi.

Sementara melalui jalur mandiri, Unesa menyediakan 1.643 kursi. Seluruh mahasiswa baru yang mengikuti salah satu dari ketiga jalur tersebut akan tersebar di 67 jurusan yang ada di Unesa. Demikian, seperti dikutip dari situs Unesa, Rabu (6/2/2013).

Seperti tertera di pengumuman SNMPTN 2013, pendaftaran mahasiswa melalui jalur tanpa tes alias SNMPTN telah dimulai sejak 1 Februari lalu. Untuk itu, para calon mahasiswa perlu melihat dan mengidentifikasi kuota dan karakteristik setiap jurusan dan prodi yang akan dipilih. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah pilih jurusan.

Pendaftaran Jalur Mandiri Unesa (SPMB Unesa 2013)

Informasi petunjuk dan cara pendaftarannya PMB yang dilaksanakan secara nasional, yaitu SNMPTN, secara lengkap dapat dilihat pada laman www.snmptn.ac.id , sedangkan jalur SBMPTN, pada laman  www.sbmptn.or.id sedangkan  jalur Mandiri (SPMB) dapat dilihat pada laman http://akademik.unesa.ac.id

PERSYARATAN PENDAFTARAN
Persyaratan Umum bagi pendaftar SPMB, diwajibkan  mengikuti Tes Tulis yang meliputi :  Tes Potensi  Akademik (TPA), Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU), Tes Kemampuan Dasar  (TKD)  dan Tes  Keterampilan /wawancara.
TPA           : Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Tes Skala Kematangan (TSK).
TKDU        : Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris;
TKD          :  SOSHUM (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi);
                    SAINTEK (Matematika, Biologi, Fisika, Kimia)
Tes  Keterampilan /wawancara: sesuai dengan bidang studi yang dipilih
     
Pendaftar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut
·        Warga Negara Indonesia.  
·        Warga Negara Asing mendapat izin belajar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
·        Sehat jasmani dan rohani.
·        Lulusan SMA/MA/SMK/MAK dalam dan/atau  luar negeri tahun 2013, 2012, 2011, 2010 dan 2009.
·        Lulus Ujian Nasional
·        Diperbolehkan memilih 2 (dua) Program Studi  di kelompok SAINTEK atau 2 (dua) Program Studi  di kelompok SOSHUM.
·        Urutan pilihan menunjukkan urutan    prioritas.
·        Tidak buta warna bagi pemilih Program Studi:
Ø Fakultas Bahasa dan Seni  (FBS) untuk Program Studi Pendidikan Seni Rupa  dan Desain   Grafis,
Ø Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) kecuali Program Studi Pendidikan Matematika dan Program Studi Matematika,
Ø Fakultas Ilmu Sosial (FIS) untuk Program Studi Pendidikan Geografi,
Ø Fakultas Teknik (FT) untuk semua  Program Studi,

CARA PENDAFTARAN 
Pengambilan dan Pembayaran Formulir
·        Melakukan pembayaran formulir di  BTN cabang di  seluruh wilayah Indonesia dan akan mendapatkan  pin SPMB untuk melakukan pendaftaran online. Pin  ini untuk disimpan dan bersifat rahasia.
·        Formulir pendaftaran dapat diisi dan di downloaddari website  http://akademik.unesa.ac.id dimana saja calon pendaftar berada dengan memasukkan pin.
PERHATIAN: pin bersifat sangat rahasia, tidak boleh diperlihatkan pada orang lain dan hanya dapat dipergunakan untuk melakukan pendaftaran online satu kali saja.  Konsekuensi kelalaian menjaga kerahasiaan informasi tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab calon peserta.

·        Langkah-langkah pendaftaran secara online sebagai berikut
2.   Calon peserta melakukan pembayaran di  BTN (biaya pendaftaran dan uji keterampilan/wawancara sesuai dengan jenis dan jumlah uji keterampilan yang diikuti)
3.   Calon peserta melakukan pendaftaran online dengan mengisi borang (formulir) di laman http://akademik.unesa.ac.id  (melalui internet) sesuai dengan petunjuk yang ada secara benar. Semua informasi yang diisikan dalam borang/formulir  ini harus benar. Kesalahan/kecurangan dalam pengisian borang ini berakibat pembatalan sebagai calon peserta tes.
4.   Cetak Kartu Tanda Peserta Ujian dengan mengunggah file pasfoto berwarna ukuran 4 x 6 cm (terbaru) berformat JPG dengan ukuran maksimum 50 KB.
5.   Saat mengikuti tes tulis ataupun uji keterampilan/wawancara,  dimohon membawa Nomor tes, jadwal tes, lokasi ujian, dan lain-lain serta hal-hal yang dipersyaratkan dalam Kartu Tanda Peserta Ujian.
6.   Calon peserta wajib menandatangani Kartu Tanda Peserta Ujian tersebut sebagai kartu tanda peserta tes Jalur SPMB  Unesa Tahun 2013/2014.  Kartu ini harus disimpan dengan baik dan dibawa ketika mengikuti ujian.


BIAYA SELEKSI
Tes Tulis                                                                       : Rp.  250.000,00
Tes Keterampilan/Wawancara per pilihan Program Studi : Rp.  100.000,00

Pendaftaran                                                                  :  13 – 27 Juli 2013
Tes Tulis                                                                       :  30 Juli 2013
Tes Keterampilan/Wawancara                                       :  31 Juli 2013
Pengumuman Kelulusan                                                 :  20 Agustus 2013
Daftar Ulang                                                                 :  21 – 23 Agustus 2013



PENGUMUMAN HASIL SELEKSI
Peserta yang dinyatakan diterima akan diumumkan melalui website :
www.unesa.ac.id  dan dapat dilihat di BAAKPSI Gedung E-2 Kampus Unesa Ketintang Surabaya.

DAFTAR ULANG
1.   Pengumuman daftar ulang bagi peserta yang dinyatakan diterima akan diumumkan bersamaan dengan Pengumuman Kelulusan.
2.   Apabila di kemudian hari peserta yang diterima mengundurkan diri maka seluruh biaya yang telah disetorkan tidak dapat ditarik kembali.
3. Apabila dikemudian hari diketahui ada pemalsuan data saat mendaftar/tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya, maka peserta yang sudah dinyatakan diterima akan digugurkan/dibatalkan penerimaannya.

BIAYA DAFTAR ULANG
Besaran biaya daftar ulang bagi yang diterima sesuai dengan keputusan pemerintah yaitu Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan akan diumumkan melalui website : www.unesa.ac.id

Jumat, 14 Juni 2013

Inilah Alasan Mengapa Uang Kuliah di PTN Kini Jadi Murah

Oleh : DESK INFORMASI

 anpa adanya uang pangkal dan pungutan lain, mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kini hanya akan membayar biaya pendidikan yang sangat murah. Ini karena pemerintah sudah merumuskan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari masing-masing mahasiswa per semesternya.
Pada konperensi pers di Jakarta, Jumat (23/5) pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjelaskan, sesuai Pasal 98 Ayat 5,6) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dari anggaran fungsi pendidikan, dan mengalokasikan paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari dana sebagaimana dimaksud untuk untuk dana Penelitian di PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
“Penetapan BOPTN, BKT dan UKT menggunakan prinsip uang kuliah yang ditanggung oleh mahasiswa diusahakan semakin lama semakin kecil dengan memperhatikan masyarakat yang tidak mampu (afirmasi), subsidi silang (yang kaya mensubsidi yang miskin), dan pengendalian biaya yang tepat,” ungkap Mendikbud sebagaimana materi presentasi yang bisa diunduh di laman Kemdikbud.
Perhitungan alokasi BOPTN tahun 2013 dari masing-masing PTN, menurut Mendikbud, adalah penjumlahan dari alokasi dasar (pendapatan kerjasama ditambah pendapatan S1 Reguler dan Diploma ditambah pendapatan SPP dan lain-lain) + alokasi insentif (alokasi dasar X (persentase bidik misi + 20% atau 30%) dan ditambah dengan alokasi afirmasi (PTN yang baru diberi tambahan alokasi BOPTN untuk lebih memberdayakan.
Menurut Mendikbud Mohammad Nuh, Biaya Kuliah Tunggal dari masing-masing program studi di Perguruan Tinggi Negeri dihitung dengan menggunakan rumus: Biaya Kuliah Tunggal Basis (Tp 5,08 juta) dikalikan dengan indeks jenis program stusi dikalikan dengan indeks mutu dan dikalikan indeks kemahalan.
Berdasarkan rumus tersebut, lanjut Mendikbud, diperoleh angka Biaya Kuliah Tunggal per semester dari masing-masing program studi, misalnya Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rp 6.093.121, Kedokteran Rp 15.232.803, Kedokteran Gigi Rp 15.232.803, dan Tehnik Komputer Rp 10.723.893.
Contoh lain di Institut Pertanian Bogor misalnya, Biaya Kuliah Tunggal Program Studi Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia sebesar Rp 10.723.000 per semester, Kedokteran Hewan Rp 6.093.000, Kehutanan Rp 6.093.000, dan Pertanian Rp 6.093.000.
Komponen Biaya Kuliah Tunggal itu meliputi Uang Gedung, SPP, Uang Praktikum, Uang SKS, dan Uang Wisuda, sehingga memberatkan mahasiswa. “Biaya-biaya ini dikurangi dengan BOPTN yang dikucurkan pemerintah ke masing-masing PTN, sehingga mahasiswa hanya membayar Uang Kuliah Tunggal,” jelas Mendikbud.
Dengan adanya BOPTN, biaya yang dikeluarkan mahasiswa jauh lebih turun dibanding sebelumnya. Mendikbud memberi contoh untuk Fakultas Kedokteran UGM misalnya, rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar setidaknya Rp 105.500.000, namun dengan adanya BOPTN rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar Rp 98.625.000. “Inipun ada 5% mahasiswa yang hanya membayar Rp 5.000.000 sampai selesai, dan ada 5% mahasiswa yang sampai selesai hanya membayar Rp 10.000.000,” papar Mendikbud.
Untuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia misalnya, dengan sistem sekarang mahasiswa harus membayar SPP Rp 7.500.000 per semester, SPI Rp 25.000.000, dan SPP lain Rp 700.000. Sehingga rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar Rp 107.000.000.
Dengan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), rata-rata sampai selesai mahasiswa membayar Rp 32.562.500. Bahkan ada 5% mahasiswa yang sampai selesai membayar Rp 5.000.000, dan 5% mahasiswa lainnya sampai selesai membayar Rp 10.000.000.
“Kesimpulannya BOPTN mengurangi biaya pendidikan tinggi yang ditanggung mahasiswa, sehingga diharapkan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat semakin meningkat, dan mutu layanan kepada mahasiswa dapat ditingkatkan,” papar Mendikbud.
(Humas Kemdikbud/ES)